Nawala News :

Trending Topic

Home » » RODA BOB SADINO

RODA BOB SADINO

Written By Unknown on Selasa, 03 Maret 2015 | 20.52



BELAJAR SENI KEHIDUPAN
MENGGUNAKAN RODA BOB SADINO


Untuk sejenak mari kita lupakan kesibukan kita, lupakan barang sebentar beban hidup yang menggayuti hari hari kita. Coba kita endapkan sejenak pikiran, emosi yang hampir meledak, atau kesedihan yang mengharubiru. Dalam kejernihan hati dan pikiran, kita coba untuk mencermati, barangkali ini bisa menjadi sebuah solusi bagi kita semua.

Ini saya tulis setelah melihat tayangan salah satu media elektronik, dan kemudian membaca dari buku Bob Sadino : Mereka bilang saya gila, tentu sudah banyak orang yang mengenal sosok seorang Bob Sadino, beliau adaah seorang manusia independen yang mempunyai pemikiran unik . Berlajar sukses dari nol dan sampai menjadi orang paling sukses.

RBS ( Roda Bob Sadino ) adalah suatu diagram yang menggambarkan perputaran kehidupan seseorang, yang didalamnya berlangsung proses pembelajaran berupa dialetika atau sistesis antara ilmu/teori dan praktek, yang pada akhirnya menggambarkan tingkat kemampuan, kecakapan, atau kompetensi seseorang. Model RBS ( Roda Bob Sadino ) ini semula dititik beratkan untuk menggambarkan proses pembelajaran dalam dunia entrepreneur. Tapi pada perkembangannya, model ini bisa ditarik untuk menganalisis berbagai permasalahan masyarakat sejauh permasalahan itu besangkutan dengan kompetensi seseorang.

Konsep RBS digambarkan dalam sebuah lingkaran menyerupai roda yang dibagi menjadi empat kuadaran (lihat diatas);

1. Tahu
2. Bisa
3. Terampil
4. Ahli
Mari kita uraikan dari masing-masing kuadran tersebut.

1. T A H U
-    Digunakan biasanya dalam bangku sekolah dan kuliah
-    Slalu berkaitan dengan teori dan teori
-    Keuntungannya ; semakin pintar seseorang karena dijejali pemikiran tentang teori ilmu pengetahuan
-    Kelemahannya ; pada hal soal praktik dilapangan, mereka tidak bisa apa-apa. Karena mereka tidak pernah langsung mempraktikkannya. Apalagi di dunia masyarakat. Maka efetivitasnya bisa menjadi nol

-    Contohnya; orang belajar menembak. Mereka tahu semua cara penggunaan senapan dan pelurunya. Tetapi nggak otomatis mereka langsung bisa menembakkannya ke sasaran. Mereka kompeten bisa saja tidak kompeten manakala harus terjun ke tengah-tengah masyarakat.

2. B I S A
-    Digunakan oleh orang-orang kebalikan kuadran bisa. Mereka bahkan tidak pernah mengeyam bangku pendidikan. Mereka hanya melakukan tindakan dan mengerjakan sesuatu yang berulang-ulang berbagai bidang. Mereka tidak menguasai teori.

-    Keuntungannya : mereka dapat mengerjakannya dengan benar. dari yang nggak bisa menjadi bisa. Atau yang awal mula tidak bisa mengerjakan dengan baik lama kelamaan menjadi lebih baik daripada sebelumnya

-    Kelemahannya : dapat melakukan kesalahan. Tidak tahu soal teori

-    Contohnya : orang naik sepeda. Mereka mencoba dan jatuh, dan jatuh lagi. Tapi karena mereka terus mencoba akhirnya bisa setelah beberapa kali melakukan kesalahan mereka langsung bisa menggunakannya setelah belajar langsung dari kesalahannya.

3. TERAMPIL
-    Digunakan oleh orang-orang yang melewati kuadran TAHU dan BISA. Butuh waktu 20-30 tahun dari kuadran BISA .

-    Keuntungannya : karena dikuatkan oleh teori dan metode yang aplikabel mereka semakin efektif dalam bekerja. Kemampuan mereka meningkat dan kecakapannya juga. Kinerja pun bisa dipertanggung jawabkan. Maka, masyarakat akan menyebut orang ini sebagai orang yang skillful atau terampil di bidangnya.

-    Kelemahannya :  -  -

-    Contohnya : bila mereka belajar menembak tadi, maka orang ini sudah mampu menembak dengan baik karena bisa mempertanggung jawabkan setiap peluru yang ditembakkannya. Tembakannya selalu tepat.
4. AHLI
-    Dikatakan Profesional atau Entrepreneur. Mereka berhasil meningkatkan keterampilannya. Responsif dan bertanggung jawab, juga karena mampu memberikan manfaat kepada banyak orang, dan diakui oleh masyarakat.
-    Keuntungannya ; akan memiliki efektivitas teori dan praktik hingga 90%. Bahkan lebih hingga 99%.
-    Kelemahannya ; -
-    Contohnya ; mereka akan menjadi sangat ahli dalam menembak.

Bob Sadino memandang bahwa spirit entrepreneurship harus mulai dikembangkan di sekolah-sekolah kejuruan dan terutama sekali dikampus-kampus, beliau tidak saja prihatin atas besarnya angka pengangguran terdidik, tetapi juga melihat potensi yang sangat besar pada diri orang-orang jebolan kampus-kampus itu. Otak mereka terus-menerus dicekoki dengan sampah - sampah  informasi dan teori. “ Tapi, saya tidak menyatakan sampah itu tidak bermanfaat ,loh…sebaliknya, kalau sampah itu diolah dengan kreatifitas pastilah mendatangkan manfaat “ begitu kata Om Bob Sadino menyimpulkan.
Jadi, kalau tidak ingin sekolah atau perguruan tinggi kita hanya mencetak pengangguran, ya perbaikilah sistem pendidikannya. Roda Bob Sadino sudah menggambarkan kira-kira di mana letak inti permasalahannya, tegas Bob Sadino.

Sumber : buku BOB SADINO : mereka bilang saya gila!
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. EKSPERIMEN - All Rights Reserved
Template Design by Creating Website Published by Mas Template