AKTIFKAN
KEMBALI SISKAMLING
Melihat Pos siskamling atau biasa disebut gardu, akhir
akhir ini menjadi sangat prihatin. Betapa tidak, pada saat suasana keamanan
menjadi sangat rawan, toh sebagian masyarakat masih terlena dengan aktifitas
masing masing. Masyarakat sebagaian besar telah dimanja dengan budaya
konsumerisme yang akut, sampai sampai untuk menjaga keamanan diri dan
keluarganya saja cenderung memilih untuk membayar. Yang sangat memprihatinkan
adalah justru pada masyarakat pedesaan, yang dahulu terkenal dengan guyub rukun
itu, ternyata sekarang hanya menjadi sebuah slogan. Bukti dari itu semua adalah
terjadinya kejahatan dalam bentuk
pencurian, pembegalan hingga
perampokan sadis yang mengakibatkan hilangnya nyawa, terjadi berkali kali
disuatu kawasan yang sama dan pada desa yang sama.
Hal tersebut membuktikan betapa masyarakat pedesaan
yang dulu guyub rukun sak eko proyo, sekarang berubah drastis pada pola hidup
yang individu, tak ada lagi saling membantu, sesama tetangga saling bersaing,
yang kadangkala persaingan menjurus pada persaingan yang tidak sehat. Sangat
memprihatinkan memang, tetapi apakah hal yang demikian ini akan terus dibiarkan
terjadi ? sayangnya hanya sedikit jumlahnya, orang orang yang mau peduli
terhadap sistem keamanan lingkungan. Bahkan para pejabat pedesaanpun sekarang
turut larut dalam pusaran egoisentris, individu pada kepentingannya sendiri.
Mestinya harus segera disadari, jika ada kejadian
gangguan keamanan lebih dari sekali maka sesegera mungkin membentuk sarana
pertahanan keamanan lingkungan, melalui
rembug masyarakat segera mengaktifkan komponen masyarakat untuk menjaga dan
mengamankan lingkungan masing masing.
Oleh karena itu, mari kita aktifkan kembali sistem
keamanan lingkungan ( Siskamling ) dalam rangka untuk menjaga dan mencegah
tindak kejahatan terjadi dalam lingkungan kita. Jangan biarkan orang lain
mengambil dan menjarah hasil kerja keras kita, dan selain itu juga, mari kita
pelihara Pos Siskamling yang ada, yang telah dibangun secara bersama sama,
untuk apa dibangun jika tidak dipergunakan.
(
Dokumentasi KIM. Nawala – Kec. Tempeh )

.jpg)

0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !